
Bismillahirrahmaannirrahiim…
"Sujud syukur kami padamu-Mu ya Rabbi, shalawat dan salam terbaik kami untukmu wahai baginda penghulu para Nabi, serta Do’a terindah kami bagi anda para pencinta Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam."
Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh…
Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
”Tidaklah beriman seseorang sehingga ia mencintaiku lebih dari keluarganya, hartanya dan siapapun juga.” Dalam riwayat lain: “lebih dari anaknya, orangtuanya dan siapapun juga”.
(HR. Muslim)
Indah sekali bunyinya, agung sekali kandungannya, dan teramat besarlah pahala bagi mereka yang merenungi dan mengamalkannya dengan istiqamah, Subhanallah...
Tergetarkah dasar jantung anda?
Tersentuhkah langit hati anda?
Demi Allah, tidaklah diperdengarkan namamu ya rasul pada orang-orang yang mencintaimu kecuali mereka tersentak gembira dan hilanglah segala kesedihan. Maka bergetarlah ruh-ruh mereka merindukan pertemuan dengan Nabinya, sebagaimana para sahabat merindukannya. Begitulah keadaan para kekasih Allah swt yang selalu dalam naungan kelembutan Nya, Yang dari Nya dan Milik Nya segala kelembutan.
12 rabiul awal… benar-benar hari yang istimewa, hari dimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam terlahir dimuka bumi, begitu besarnya rasa bahagia kami dikarenakan kelahiran beliau, maka sebagai bentuk syukur, kami bermaksud mengadakan syukuran kecil-kecilan berupa Lomba Cipta Cerpen Bermakna, bertemakan “Antara Aku, Rasulullah, Cinta dan Kerinduan Diantara Kita”, maka hanya pahala dari Allah lah yang kami harapkan serta manfaat dan keberkahanlah yang kami inginkan dari syukuran kecil ini.
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.Ibrahim: 7)
Kami mengajak anda untuk meluangkan waktu dalam merenungkan dan memikirkan karunia yang telah diberikan kepada kita, dimana terlahirnya rasulullah saw ke dunia ini adalah salah satu karunia besar yang kita prioritaskan untuk disyukuri. Bentuk rasa syukur itu akan menjadi abadi tatkala dibagi dengan sesama lewat sebuah karya yang tergores tinta, maka dari itulah lomba ini kami hadirkan.
Anda memiliki cerita yang berhubungan dengan Rasulullah yang begitu berkesan bagi anda?
Atau anda pernah mendengar cerita dari teman-teman anda mengenai Rasulullah yang memberikan anda motivasi, inspirasi atau hikmah-hikmah baru?
Atau anda pernah membaca kisah-kisah cinta dan kerinduan menakjubkan para sahabat pada Rasulullah?
Jika ada, abadikanlah dalam tulisan dengan gaya tinta anda sendiri, kirimkanlah dalam Lomba Cipta Cerpen Bermakna, Adapun berbagai ketentuannya adalah sebagai berikut.
1.Tahapan lomba
- Batas terakhir Pengiriman Karya: 12 Rabiul Awal 1432 H
- Pengumuman nominator 30 besar: 30 Rabiul Awal 1432 H
- Pengumuman Cerpen 3 terbaik: 12 Rabiul Akhir 1432 H
2.Penghargaan lomba
- karya terbaik nomor 1: Uang tunai Rp. 500.000
- karya terbaik nomor 2: Uang tunai Rp. 400.000
- karya terbaik nomor 3: Uang tunai Rp. 300.000
3.Ketentuan lomba
- Cerpen tidak melanggar syariat Islam, bermuatan pornografi dan SARA.
- Cerpen harus karya asli penulis/pengarang; bukan terjemahan atau saduran.
- Ide/inspirasi cerita boleh diambil dari pengalaman sendiri (lebih diutamakan) atau pengalaman orang lain yang diceritakan dengan bahasa penulis sendiri, atau pengalaman para sahabat Nabi dengan sanad yang terpercaya.
- Cerpen belum pernah dipublikasikan di media massa, dan tidak sedang diikutsertakan dalam perlombaan lain.
- Cerpen diketik dengan komputer dalam kertas A4 spasi 1,5 Times New Roman 12 point. Panjang maksimal 10 halaman;, dan diberi nomor halaman.
- Peserta boleh mengirimkan karya terbaiknya maksimal 3 karya.
- Peserta lomba TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN
- Karya di kirim ke email maribershalawat@yahoo.com
- Info terbaru/up date lomba dan daftar peserta yang masuk bisa dilihat di (http://maribershalawat.multiply.com)
4.Kriteria penilaian
Karya minimalnya memenuhi sekurang-kurangny satu dari kriteria berikut:
1.Kesesuaian isi cerita dengan tema
2.Kekuatan dalam memberi pesan/makna
3.Kekuatan dalam Menggugah/menyentuh
4.kekuatan dalam Menginspirasi/Memotivasi
5.Kekuatan dalam menyajikan alur dan penokohan
6.Keindahan tata bahasa dan daya tarik cerita
5. Juri
1. http://flpyogya.multiply.com : Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) wilayah Yogyakarta periode 2008-2010
2. http://halamaharis.multiply.com : Koordinator Kaderisasi Forum Lingkar Pena (FLP) wilayah Yogyakarta periode 2008-2010
3. http://tazkiatunnafs.multiply.com : Penikmat sastra dan Alumnus UIN Jakarta
4. http://maribershalawat.multiply.com : Penikmat sastra dan pengasuh “rumahku shalawatku”
5. http://penaripena.multiply.com : Trainer lembaga pelatihan kepenulisan PENARI PENA WRITING LABORATORY
Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun.
Demikian pemberitahuan lomba ini kami sampaikan. Betapa bahagianya kami jika anda berkenan memberitahukan/mengajak kepada saudara-saudari yang lain untuk ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Silahkan “copas” pengumuman lomba ini untuk dipostingan di halaman web/site/blog anda.
Jazakumullah khairan katsiran
Wahai pemilik Muhammad Rasulullah saw, Wahai pemilik Ummat Muhammad saw, Wahai pemilik kelembutan Muhammad saw, Wahai pemilik seruan Muhammad saw, Jadikanlah site kami ini:
“RUMAHKU SAHALAWATKU” http://maribershalawat.multiply.com
sebagai sarana yang menghiasi hati kami, rumah kami, keluarga kami, sahabat-sahabat kami, Dan jadikanlah kami orang-orang yang benar-benar menjawab seruan Muhammad Rasulullah saw.
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(Q.S. Al-Ahzab:56)
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Penyelenggara
http://maribershalawat.multiply.com
Mari Berinvestasi Akhirat dengan Mencintai Nabi
sumber:
http://maribershalawat.multiply.com/journal/item/156/LOMBA_Lomba_cipta_cerpen_bermakna_1432_H
04 Januari 2011
Lomba cipta cerpen bermakna 1432 H
30 September 2009
hal-hal yang bisa menumbuhkan kecintaan kita pada Rasulullah
Ada empat hal yang jika dilakukan seorang muslim, pastilah cintanya kepada Rasulullah meningkat.
Pertama, memperbanyak beshalawat kepada Rasulullah saw, sebab shalawat bisa melanggengkan hungungan antara diri anda dan Rasulullah saw. Setiap anda mengucapkan salam kepada beliau, beliau akan membalas salam anda.
Kedua, mempelajari sejarah hidup Rasulullah saw. Dari sana anda bisa mengetahui kehidupan, perjuangan, dan kasih sayang beliau, juga sisi-sisi kehidupan beliau lainnya.
Ketiga, mengikuti sunnah Rasulullah saw. Ketika seseorang membaca sejarah hidup Rasulullah saw, dia akan mengetahui ahlak beliau, cara beliau melakukan shalat dan cara beliau berinteraksi dengan orang lain. Ketika dia sudah mengetahuinya, dia akan berusaha mempraktikan semua itu dalam kehidupannya, setelahnya dia akan memiliki ahlak yang luhur sehingga dia bisa meraih cinta Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian, dia akan bisa bersama-sama Rasulullah di surga. Inilah tujuan luhur yang seharusnya menjadi cita-cita dan harapan setiap muslim.
Berziarah ke Madinah Rasulullah saw. Disana, kita memohon kepada Allah agar semua muslim dikaruniai kesempatan untuk berziarah ke kota Rasulullah.
Sumber: Dr. Amr Khalid dalam kitab Hubb al-Rasul
Cinta ‘Umar ibn al-Khaththab kepada Rasulullah saw.
‘Umar ibn al-Khaththab (semoga Allah meridainya) merupakan sosok yang bisa diteladani dalam mencintai Rasulullah saw.
Ketika beliau hendak meninggalkan dunia (setelah ditebas oleh Abu Lu’lu al _Majusi) dan darah masih bercucuran dari tubuhnya, apa yang beliau sibukkan? Apa yang beliau pikirkan?
Dalam kondisi seperti itu, Sayyidina ‘Umar ibn al-Khaththab berkata,
“Pergilah kalian menghadap ‘A’isyah, umm al-Mu’minin, dan mintakan izin padanya agar ‘Umar bisa dikuburkan disamoing Rasulullah saw.”
Mereka lalu pergi dan kembali lagi untuk memberitahukan kepadanya bahwa ‘A’isyah r.a. telah memberi izin. ‘Umar lalu berkata,
“Ahlamdulillah. Demi Allah, aku tak pernah punya keinginan sebesar keinginanku untuk dikuburkan di samping Rasulullah saw.”
Sumber: Dr. Amr Khalid dalam kitab Hubb al-Rasul
06 Juli 2009
Cara Rasulullah Menyisir Rambut
Dari Aisyah ra berkata,
“Aku menyisir rambut Rasulullah saw dan aku dalam keadaan haid.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud).
Dari Ibnu Abbas,
“Sesungguhnya Rasulullah saw menyukai mendahulukan yang kanan ketika bersuci dan mendahului yang kanan ketika menyisir rambut serta mendahului yang kanan ketika memakai sandal.” (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, An-Nasa’ dan Abu Daud).
Yogyakarta 06 07 09 15 09 (diambil dari kitab Mukhtashar Asy-Syamail Al Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi).
Rasulullah selalu bermusyawarah jika membicarakan masalah yang penting
Anas bin Malik ra. Berkata,
“bahwasanya Rasulullah saw bermusyawarah dengan para sahabatnya pada hari perang Badar. Maka Abu Bakar berbicara menyampaikan pendapatnya, tetapi beliau berpaling darinya. Lalu Umar berbicara, namun beliau juga berpaling. Kemudian kaum Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, sebenarnya kamiulah yang engkau kehendaki’. Miqdad bil Al-Aswad berkata: ‘Wahai Rasulullah, Demi Allah, sekiranya engkau memerintahkan kami untuk terjun kelaut, pasti kami akan lakukan’.” (HR. Ahmad dan Muslim).
Nabi bermusyawarah dengan Umar dan Abu Bakar dalam masalah tawanan perang Badar, Nabi bermusyawarah dengan para sahabat ketika akan keluar pada perang Uhud, Nabi bermusyawarah dengan Ali dan Usamah dalam kasus yang mendiskreditkan Aisyah, Nabi bermusyawarah dengan para sahabat ketika akan menyerang Yahudi bani Khaibar. Beliau bermusyawarah dengan Ummu Salamah setelah perjanjian Huaibiyah, dan seterusnya.
“Dan ajaklah mereka bermusyawarah dalam suatu urusan. Dan apabila engkau telah bertekad kuat, maka bertawakallah kepada Allah” (Ali Imran: 159)
08 Juni 2009
Download MP3 Al-Qur'an (Surah 114-100)
Assalamu'alaikum.
kepada pengunjung rindurasulku.blogspot.com, ini saya berikan untuk anda mp3 Al-Qur'an, silahkan download, semoga barokah.
001. Al-Fatihah, free download, click here!
114. Annas, free download, click here!
113. Al-Falaq, free download, click here!
112. Al-Ikhlas, free download, click here!
111. Al-Lahab, free download, click here!
110. An Nashr, free download, click here!
109. Al-Kafirun, free download, click here!
108. Al-Kautsar, free download, click here!
107. Al-Ma'un, free download, click here!
106. Quraisy, free download, click here!
105. Al-Fil, free download, click here!
104. Al-Humazah, free download, click here!
103. Al-Ashr, free download, click here!
102. At-Takatsur, free download, click here!
101. Al-Qari'ah, free download, click here!
100. Al-'Adiyat, free download, click here!
Rambut Rasulullah
Dari Aisyah ra berkata,
“Aku mandi bersama Rasulullah saw dari satu tempat mandi , dan beliau mempuanyai rambut diatas kedua pundak dan dibawah daun telinga.”(HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad).
Dari Ibnu Abbas,
“Sesungguhnya Rasulullah saw menguraikan rambut beliau , orang-orang musyrik membelah dua rambut mereka dan Ahlul Kitab mengurai rambut mereka. Rasulullah lebih senang mengikuti Ahlul Kitab. (sebelum ada perintah tertentu mengenai sesuatu) tetapi kemudian Rasulullah saw membelah dua rambut beliau.” (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, An-Nasa’I, ibnu Sa’ad dan Ahmad).
Yogyakarta 08 06 09 14 03 (diambil dari kitab Mukhtashar Asy-Syamail Al Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi).
The Human Side of Muhammad saw
Judul : The Human Side of Muhammad saw.
Penulis : DR. Husain Mu’nis
Penerbit : Syaamil
Tebal halaman : 124 halaman.
“Pada buku ini anda akan mendapatkan bahasan baru dan menarik tettang sisi kemanusiaan Rasulullah saw. Yang belum pernahdibahas sebelumnya. DR. Husain Mu’nis buku ini dengan metode yang baik, teliti, amanah, objektif, dan dengan metodologi sejarah modern. Anda akan memperoleh gambaran tentang sosok Rasulullah saw yang dapat menambah kecintaan, kedekatan, dan komitmen anda terhadap beliau.” (Rajab Al-Banna).
Jika sosok muhammad saw berhenti dimaklumi sebagai utusan Allah, rasul pilihan dan kekasih langit, maka tak ada yang istimewa dari segala pekerjaan besarnya sejak islam lahir hingga agama ini tegak sebagai sebuah sistem paling kokoh di muka bumi.
Silahkan anda diam sejenak, pejamkan mata, lantas renungkanlah sosok Sang Pembebas itu dari sisi kemanusiaannya. Bahwa, Muhammad bin Abdullah lahir, tumbuh, dan bersosialisasi seperti manusia kebanyakan. Maka, anda akan segera menyadari, apa yang dilakukannya selama 22 tahun, 22 bulan, 22 hari adalah sebuah pekerjaan luar biasa, dan terbukti tak tertandingi oleh manusia manapun sebelum dan sesudah wafatnya.
Buku ini akan menemani anda menyimak satu persatu kedahsyatan sosok Muhammad saw. Siapapun anda, bukuu ini akan memberi alasan yang cukup hingga anda mengamini keputusan Michael H. Hart untuk menempatkan Muhammad saw. Di tempat teratas daftar 100 orang paling berpengaruh sepanjangn sejarah.
Muhammad Namanya

Jika engkau ingin mencari kecerdasan pikir dan actionnya,
Jangan terlebih dahulu menemui Ir. Soekarno.
Jika engkau ingin melihat strategi pembangunan peradaban,
Jangan terlebih dahulu menemui Jenderal Soeharto.
Jika engkau ingin mencontoh kejeniusan intelektualitas,
Jangan terlebih dahulu menemui Prof. Habibi.
Jika engkau ingin menyaksikan toleransi beragama tingkat tinggi,
Jangan terlebih dahulu menemui Kyai Abdurrahman Wahid.
Jika engkau ingin meneladani kasih sayang dan lembutnya perangai,
Jangan terlebih dahulu menemui Ibu Megawati Soekarno Putri.
Jika engkau ingin merasakan ketegasan dalam balut kewibawaan,
Jangan terlebih dahulu menemui Susilo Bambang Yudhoyono.
Temui dahulu seorang putra Abdullah keturuan Quraisy,
Muhammad namanya,
Maka semua sifat yang engkau cari dari orang-orang diatas,
Yang notabene pernah menjadi orang nomor satu di Republik Indonesia,
Bisa kau temui dan teladani darinya saw,
bahkan sifat-sifat itu takkan tertandingi orang lain,
sebelum dan setelah beliau saw.
Kucipta puisi sederhana ini di kamar kost-ku untukmu Rasulku, dan aku bersumpah demi nyawaku yang ada di dalam genggaman-Nya, bahwa takkan pernah merugi orang yang mencintai dan meneladanimu sepenuh hati. (“Sungguh telah ada suri tauladan yang baik untuk kalian dalam diri Rasulullah, bagi siapa yang mengharapkan Allah, Hari Akhir dan banyak menyebut nama Allah” Al-Ahzab: 21).
Puisi ini adalah puisi juara II sayembara puisi nabi saw yang diadakan oleh rindurasulku.blogspot.com
beliau saw menyuruh isterinya agar memakai kain jika ingin Menggaulinya dalam keadaan haidh
Menggauli isteri dalam keadaan haidh, haram hukumnya. Akan tetapi pada saat suami ingin menggauli isterinya, maka hendaklah ia menyuruh isterinya untuk mengenakkan kain atau sarung untuk menutupi bagian tubuhnya yang paling vital.
Demikianlah dicontohkan oleh nabi kita Muhammad saw, sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, Al-bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’I dan Ad-Darimi, dalam kitab hadits mereka.
“Dan dari Maimunah binti Al-Harits bahwasanya Rasulullah saw apabila hendak menggauli isterinya sementara ia sedang haidh, beliau menyuruhnya agar memakai kain, kemudian beliau pun menggaulinya.” (Al-Hadits).
Beliau menunjukkan keagungan pribadi beliau yang memberikan solusi bagi umatnya ketika mereka menghadapi masalah seperti ini.
Imam Malik meriwayatkan dari Zaid bin aslam bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, “Apa yang boleh aku lakukan terhadap isteriku ketika dia sedang haidh, beliu bersabda,
“Hendaknya dia (isterinya) mengencangkan sarungnya, kemudian engkau boleh menggauli bagian atasnya.” (HR. Malik).
Yogyakarta 08 06 09 13 50 (diambil dari kitab 160 kebiasaan nabi saw karangan Abduh Zulfidar Akaha)
04 Juni 2009
5 Nasihat Allah Kepada Rasulullah
Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :
•Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
•Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.
•Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
•Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.
•Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.
Ibrahim bin Adham berkata, "Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kepada Allah S.W.T.
Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, iaitu :
•Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya.
•Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata himat darinya.
•Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya.
•Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya.
•Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya.
•Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya.
•Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah daripadanya."
Do'a Setiap Malam Jum'at
Syaikh Husain Muhammad Syaddad Ba’Umar menulis dalam kitabnya Kaifiyat al-Wushul Liru’yat Sayyidina al-Rasul Muhammad saw:
Sayyid Ahmad Dahlan, seorang mufti Makkah al-Mukarramah berkata di dalam majmu’-nya yang terkumpul di dalamnya sejumlah shalawat atas Nabi saw.: ”Sesungguhnya salah satu bacaan utama yang banyak diucapkan oleh orang-orang bijak adalah bacaan (di bawah) yang barang siapa membacanya terus menerus pada malam jum’at sekalipun sekali, niscaya akan tersingkap baginya ruh yang menyerupai ruh Nabi saw. ketika dia akan meninggal dan masuk ke dalam kubur, sehingga dia melihat bahwa Nabi saw. menguburkannya.”
Dia juga berkata: “Sebagian orang bijak berkata: ‘Bagi siapa yang membacanya terus menerus bacaan itu, hendaklah membacanya pada setiap malam sepuluh kali dan pada malam jum’at sebanyak seratus kali, sehingga dia memperoleh karunia yang besar dan kebaikan yang melimpah dengan kehendak Allah Ta’ala.”
Adapun bacaan itu adalah:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, Nabi yang ummi, kekasih yang luhur, takaran yang besar dan yang mulia, dan juga kepada keluarga serta sahabatnya.”
Syaikh Ash-Shami dan Syaikh Al-Amir juga mengutip ucapan seperti itu dari imam As-Suyuti. (Sa’adat ad-Darain).
Aku katakan bahwa cara ini pernah dicoba, alhamdulillah, dan aku katakan pula bahwa cara ini juga disebutkan oleh Habib Hasan Muhammad Fad’aq di dalam kitab al-Fawa’id al-Hisan (hlm. 26). Maka dia akan bermimpi bertemu dengannya.
Percakapan Rasulullah dengan Iblis
Telah diceritakan bahwa Allah S.W.T telah menyuruh iblis datang kepada Nabi Muhammad s.a.w agar menjawab segala pertanyaan yang baginda tanyakan padanya. Pada suatu hari Iblis pun datang kepada baginda dengan menyerupai orang tua yang baik lagi bersih, sedang ditangannya memegang tongkat.
Bertanya Rasulullah s.a.w, "Siapakah kamu ini ?"
Orang tua itu menjawab, "Aku adalah iblis."
"Apa maksud kamu datang berjumpa aku ?"
Orang tua itu menjawab, "Allah menyuruhku datang kepadamu agar kau bertanyakan kepadaku."
Baginda Rasulullah s.a.w lalu bertanya, "Hai iblis, berapa banyakkah musuhmu dari kalangan umat-umatku ?"
Iblis menjawab, "Lima belas."
1.Engkau sendiri hai Muhammad.
2.Imam dan pemimpin yang adil.
3.Orang kaya yang merendah diri.
4.Pedagang yang jujur dan amanah.
5.Orang alim yang mengerjakan solat dengan khusyuk.
6.Orang Mukmin yang memberi nasihat.
7.Orang yang Mukmin yang berkasih-sayang.
8.Orang yang tetap dan cepat bertaubat.
9.Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram.
10.Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci.
11.Orang Mukmin yang banyak bersedekah dan berderma.
12.Orang Mukmin yang baik budi dan akhlaknya.
13.Orang Mukmin yang bermanfaat kepada orang.
14.Orang yang hafal al-Qur'an serta selalu membacanya.
15.Orang yang berdiri melakukan solat di waktu malam sedang orang-orang lain semuanya tidur.
Kemudian Rasulullah s.a.w bertanya lagi, "Berapa banyakkah temanmu di kalangan umatku ?"
Jawab iblis, "Sepuluh golongan :-
1.Hakim yang tidak adil.
2.Orang kaya yang sombong.
3.Pedagang yang khianat.
4.Orang pemabuk/peminum arak.
5.Orang yang memutuskan tali persaudaraan.
6.Pemilik harta riba'.
7.Pemakan harta anak yatim.
8.Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan solat/sering meninggalkan solat.
9.Orang yang enggan memberikan zakat/kedekut.
10.Orang yang selalu berangan-angan dan khayal dengan tidak ada faedah.
Mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang setia."
27 Mei 2009
SYUKUR

Ketika pagi membuka matanya hari itu, hamba terbangun dengan syukur
Lukisan siapa yang memberi napas membentang di ruang waktu
Mengikisi satu demi satu batasan usia yang makin memutih gerimis
Nabiku, hamba tak pernah berdiri khusu hingga kaki membengkak seperti Engkau
Padahal dalam setiap tarikan dan hembusan napas selalu ada dosa-dosa
Yang makin purba di awang-awang
Ketika malam menutup perjalanan hari itu, hamba terbaring dengan syukur
Telinga terus mengiang asmamu, Rasulku, meski hamba tak pernah bersua Engkau
Namun hamba terus medesahkan kebesaran dan kemuliaan Engkau
Pada semua penjuru angin yang menebarkan wewangian surgawi
Ketika subuh menggeliat hari itu, hamba beranjak dengan syukur
Karena hamba masih diberi kesempatan menyebutmu, Rasulku
Karunia teragung dan terindah bagi umat-umat yang akan menjadi ahli surga
Di negeri yang tak akan pernah berakhir dan selalu sebening embun
Karya Herry Trunajaya BS (Juara I Sayembara Puisi Nabi 2009)
Balikpapan, 17 April 2009
28 April 2009
Karena Satu Nama

Keagungan rasa begitu dahsyat membuncah dan membahana dalam dada
Diiringi lantunan murotal yang teramat indah
Menghujamkan sketsa namamu dititik terdalam jiwaku
Hingga segumpal daging dalam dadaku berucap mantap
Kaulah karunia sang Maha Pencipta Cinta
Untuk menolong umat yang sekarat di dunia dan akhirat
Menolong lolong mereka yang ketakutan setengah mati ketika disidang dalam adil Mizan-nya
Serta menuntun kami meniti bentang panjang shiraatal Mustaqiim
Keagungan rasa begitu dahsyat membuncah dan membahana dalam dada
Karena satu nama
Muhammad putra Abdullah cucu Abdul Muthalib
Keturunan mulia dari bani Quraisy.
Purwokerto, 28 04 09 09 59.
Berubahlah!

Celakalah mereka
Yang pengumpat dan pencela
Yang mengumpulkan harta
Dan menghitung-hitungnya
Dan mengira hartanya
Akan mengekalkannya
Karena sesungguhnya
Sama sekali tidak
Berubahlah
Berubahlah…
Sebelum kau dilemparkan ke dalam khutamah
Api yang disediakan
Api yang dinyalakan
Oleh sang maha Pencipta
Api Yang ditutup rapat bersamamu
Dan kau terikat ditiang-tiang yang panjang
Api yang membara sampai ke hati
Api yang membakar sampai ke hati.
Purwokero, 22 04 09 16 03 (Diambil dari lagu Doel Sumbang: Berubahlah)
Menghidupkan Kecintaan kepada Rasulullah SAW
“Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih kucintai daripada diriku, dan anakku,” kata seorang sahabat suatu hari kepada Rasulullah Muhammad saw. “Apabila aku berada di rumah, lalu kemudian teringat kepadamu, maka aku tak akan tahan meredam rasa rinduku sampai aku datang dan memandang wajahmu. Tapi apabila aku teringat pada mati, aku merasa sangat sedih, karena aku tahu bahwa engkau pasti akan masuk ke dalam surga dan berkumpul bersama nabi-nabi yang lain. Sementara aku apabila ditakdirkan masuk ke dalam surga, aku khawatir tak akan bisa lagi melihat wajahmu, karena derajatku jauh lebih rendah dari derajatmu.”
Mendengar kata-kata sahabat yang demikian mengharukan hati itu, Nabi tidak memberi sembarang jawaban sampai malaikat Jibril turun dan membawa firman Allah berikut: “Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah; yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. 4:69)
Mencintai Rasulullah adalah sebuah prinsip dan kewajiban dalam agama Islam, bukan sebuah pilihan yang notabenenya adalah mau atau tidak. Terhadap Muhammad, seorang Muslim harus menyimpan rasa cinta betapapun kecilnya. Karena cinta merupakan dasar dan landasan yang bisa mengantar seseorang pada pengetahuan dan keikutsertaan. To know Indonesia is to love Indonesia, begitu kata sebuah iklan yang mempromosikan Indonesia. Untuk bisa “tahu” terlebih dahulu harus menyimpan rasa “cinta”.
Cinta memang duduk sebagai sebuah landasan untuk mengetahui siapa Muhammad saw. Karena itu cinta kepada Muhammad bukan hanya sunat, tapi wajib, yang darinya seorang Muslim akan bisa mengenalnya lalu kemudian mencerminkan diri padanya. “Setiap orang akan senantiasa bersama orang yang dicintainya,” begitu pesan Nabi.
Cinta memang laksana air mengalir yang memindahkan seluruh sifat dan karakter si kekasih kepada yang men-cintainya.
Ketika Allah mewajibkan umat manusia untuk mencintai Nabi Muhammad, maka instruksi tersebut jelas bukan sebuah perintah tanpa tujuan. Karena mustahil Allah akan memerintahkan sesuatu yang sia-sia. Tetapi tujuan tersebut juga bukan sesuatu yang kepentingannya akan kembali kepada Allah atau Rasul-Nya, karena Allah Swt Mahakaya dari butuh pada sesuatu; dan Rasul-Nya juga tidak butuh pada interes tertentu. Dengan demikian mencintai Rasulullah adalah sebuah perintah yang manfaatnya semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri. Lalu, apa manfaat dari mencintai Rasulullah?
Ada manfaat yang instant dan yang jangka panjang. Di antara manfaat yang segera akan kita rasakan adalah terpautnya hati pada pribadi Muhammad saw. Apabila kita jujur dalam mencintai Muhammad, maka hati kita akan merindukan Muhammad; sama persis seperti tokoh kita di atas merindukan Rasulullah. Bedanya adalah dia bisa mengobati rindunya dengan mendatangi Muhammad secara langsung, sementara kita mengobati rindu dengan hanya menye-butnyebut namanya. “Barang siapa mencintai sesuatu maka dia akan menyebut-nyebutnya,” kata Imam `Alî bin Abî Thâlib kw.
Apabila kita jujur dalam mencintai Muhammad saw, maka jiwa kita akan terbentuk dan tercermin pada jiwa Muhammad saw. “Bukti cinta adalah mendahulukan sang kekasih di atas selainnya,” begitu kata Imam Ja’far al-Shadiq as.
Apabila kita jujur mencintai Muhammad, maka kita akan berupaya mencari tahu segala sesuatu tentang dirinya; kehidupan pribadinya, kehidupannya dalam keluarga, dengan sesama saudara, dengan lingkungannya, dan lain sebagainya. Apabila kita ingin mengetahui sejarah Muhammad dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pribadi manusia yang agung ini, hendaklah diawali dengan rasa cinta terlebih dahulu. Apabila sudah tertanam rasa cinta, maka akan timbul sikap sungguh-sungguh untuk mengetahuinya secara akurat dan mendalam. Pengetahuan yang tidak dilandasi pada dasar cinta akan berakibat rancu, setengah-setengah dan kurang sempurna. Dari situ kita akan mengetahui mengapa Allah Swt mewajibkan kita untuk mencintai Muhammad saw, bahkan sebelum kita mengetahuinya sekalipun.
Di antara manfaat jangka panjang dari rasa cinta kita pada Muhammad saw adalah seperti yang difirmankan oleh Allah Swt dalam surat yang kita kutip di atas; bahwa dia kelak akan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang saleh. Bahkan dalam sebuah hadis Nabi saw bersabda: “Cinta padaku dan cinta pada Ahli Baitku akan membawa manfaat di tujuh tempat yang sangat mengerikan: di saat wafat, di dalam kubur, ketika dibangkitkan, ketika pembagian buku-buku catatan amal, di saat hisab, di saat penimbangan amal-amal dan di saat penitian shirat al-mustaqim.”
Cinta Murni dan Cinta Semu
Ada jenis kategori cinta. Pertama, cinta yang berakhir dengan kebosanan. Untuk ini kita sebut saja dengan cinta semu. Kita cinta pada dunia, harta, anak-istri dan sebagainya. Cinta kita pada mereka tidak selamanya meluap-luap bak api membara. Ada saatnya cinta kita redup, bahkan kadang-kadang mati sama sekali. Kita mencintai anak kandung kita. Tapi apabila tiba-tiba dia durhaka pada orangtua, maka cinta bisa berbalik murka. Kita cinta pada dunia kita, yang halal tentunya. Tapi kadang-kadang timbul kebosanan sedemikian rupa sehingga kita meninggalkannya secara total. Cinta seperti itu adalah cinta semu, sebuah cinta yang berakhir pada kebosanan.
Kedua, cinta murni. Jenis cinta ini adalah cinta yang senantiasa hangat dan membara. Dengan cinta itu dia mengejar kekasihnya, melakukan sesuatu karena kekasihnya, bahkan mau mati semata-mata karena kekasihnya. Cinta seperti ini adalah cinta yang tidak pernah bosan dan berakhir. Cinta murni adalah sebuah cinta yang terbit untuk Allah Swt. Imam `Alî berkata: “Cinta pada Allah adalah api yang membakar segala sesuatu yang dilewatinya.”
Karena cinta pada Allah, maka orang-orang mukmin mau mati di jalan-Nya. Cinta pada Allah memang bisa membakar setiap usaha yang menghalanginya. Imam al-Shadiq berdoa: “Ya Sayyidi, aku lapar dan tidak pernah kenyang dari mencintaiMu; aku haus dan tidak pernah puas dari mencintai-Mu. Oh. betapa rindunya pada Dia. Yang melihatku tapi aku tidak melihat-Nya.”
Dalam hadis yang lain beliau bersabda: Tentu cinta pada Allah adalah sejenis cinta murni. Tidak terselubung di dalamnya rasa benci, enggan dan murka. Cinta pada Allah adalah cinta pada kemutlakan; cinta yang tidak bertepi dan tidak berujung. Tapi bagaimana dengan cinta pada Muhammad saw? Apakah cinta kepada Muhammad yang diwajibkan Allah kepada kita adalah sejenis cinta semu atau cinta murni. Nabi saw bersabda: “Cintailah Allah karena nikmat yang telah dianugerahkan-Nya pada kalian, cintailah aku karena cinta Allah (padaku) dan cintailah Ahli Baitku karena cintaku.”"Tidak beriman seorang hamba sehingga aku lebih ia cintai daripada dirinya sendiri dan itrah (keluarga)-ku lebih ia cintai ketimbang keluarganya.”
Melihat hadis ini dan hadis-hadis sejenis yang lain terasa bahwa tuntutan untuk mencintai Muhammad dan keluarganya bukan sejenis cinta semu yang kapan pun boleh hilang atau dihilangkan. Secara vertikal, ketika kita mencintai mereka sebenarnya kita juga mencintai Allah dan ketika kita membenci mereka kita pun membenci Allah.
“innama yuridullahu liyudzhibaankum ‘rijsa ‘ahlul bayt wa yuthahirakum tadzhira”
(Sungguh tiada lain Allah berkehendak memelihara kamu dari dosa-dosa, hai Ahlul bayt nabi dan mensucikan kamu dengan sesuci-sucinya QS.Al-Ahzab 33)
Purwokerto 10 Maret 2009 (ini bukan tulisanku sendiri, tapi mohon maaf, aku tak tahu dari mana sumbernya ataupun siapa penulisanya, jika ada yang berkenan memberi tahu, silahkan postkan di komentar.)
Berebut Kasih

Dalam…
Kehangatan rahim Aminah
Kun fa yakun, terciptalah raga nan perkasa Rasulullah
Putihnya air susu Halimah
Mengalirkan jiwa suci Nabiyullah
Kegigihan Khadijah
Membangun ghirah baja Khalifatullah
Kelembutan Aisyah
Merebakkan wangi kasturi Habibullah
Muhammad al-Musthafa,
Kisah Paduka di antara mereka
Dari hati yang tenang
Teruntuk jiwa yang menang
Ya Badraz Zaman,
Kau sinaran jiwa-jiwa yang haus kasih
Lunglai terasa perih
Ulu hati dalam lorong-lorong sunyi
Ingin segera berlari
Menjemput cawan kehangatan, lentera hati
Dalam dekapan terbelai
Sekeping hati
Titipan Ilahi
Ku mengemis kasih…
Berebut kekasih Sang Maha Kasih
Syafaat yang ‘kan kau beri
Shalawat dan salam terpatri
Bagi Baginda sejati.
By: Izzah Anwar at webersis.com
Purwokerto, 10 Maret 2009
Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW
Judul buku : Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW.
Penulis : H.M.H. Al-Hamid Al-Husaini
Penerbit : Pustaka Hidayah
Banyak halaman: 1227 Halaman.
Testimonial:
“Dengan memanjatkan puji dan syukur k ehadirat Allah SWT, Majelis Ulama Indonesia menyambut baik atas terbitnya buku ini. Karena, disamping mengandung nilai-nilai sejarah dari kehidupan kaum ibi terdahulu dan kehidupan Rasulullah SAW., juga mengandung suri tauladan yang baik dari kehidupan rumah tangga beliau SAW.”
Alm. K.H. Hasan Basri,Mantan Ketua MUI.
“Kepustakaan islam wajar bersyukur ke hadirat Allah SWT atas terbitnya buku ini. Kita dapat menulai karya ini sebagai buku sejarah yang amat kaya dengan informasi dan bahan rujukan utama yang dapat dipertanggungjawabkan. Sedemiian kaya informasi itu sehingga tidak mudah ditemukan informasi baru berkaitan dengan apa yang disuguhkan, atau yang sama nilainya dengan apa yang dihidangkan oleh penulis. Kecuali keistimewaan tersebut, karya ini juga memiliki nilai tambah lainnya, yaitu bahwa dari sela-sela uraiannya pembaca akan dapat merasakannya bagai sebuah novel. Imajinasi penulis mampu membawa kita hidup ditengah gejolak jiwa para pelaku sejarah, dengan melukiskan nabi Muhammad SAW., para isteri dan putera-puteri beliau sebagai manusia- walaupun amat agung dan anggun… buku ini sungguh merupakan salah satu karya yang patut dibaca oleh setiap keluarga yang mendambakan kedamaian dan kesejahteraan hidup didunia dan akhirat, lebih-lebih dalam era dimana nilai-nilai kehidupan rumahtangga telah luntur.”
Prof. Dr. Quraish Shihab, M.A.
Beliau Tentu Tersenyum...
Bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum........
Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.
Beliau tentu tetap tersenyum........
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa.
Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.
Beliau tentu tersenyum.......
Bagaimana bila kemudian Rasulullah bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Shalawat kepada Rasulullah SAW.
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mempelajarinya.
Beliau tentu tersenyum........
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Indonesian Idols atau AFI.
Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat. Atau barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah.
Beliau tentu tersenyum........
Belum lagi koleksi buku-buku kita. Belum lagi koleksi kaset kita. Belum lagi koleksi karaoke kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?
Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi.
Beliau tentu tersenyum........
Barangkali kita menjadi malu karena pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV.
Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Qur'an.
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.
Beliau tentu tersenyum.......
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita.
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
Betapa senyum beliau masih ada di situ........
Bayangkan apabila Rasulullah tiba-tiba muncul di depan rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita?
Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.
Maafkan kami ya Rasulullah.........
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir........
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah........
Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Jangan jadikan Penghalang sebagai hambatan, tetapi jadikan sebagai pendorong aktifitas.
Siapa yang mendiamkan saja kejahatan merajalela, dia itu membantu kejahatan!
Sehalus-halusnya musibah adalah ketika kedekatan kita denganNya perlahan-lahan terenggut dan itu biasanya ditandai dengan menurunnya kualitas ibadah.
Purwokerto 10 Maret 2009 (ini bukan tulisanku sendiri, tapi mohon maaf, aku tak tahu dari mana sumbernya ataupun siapa penulisanya, jika ada yang berkenan memberi tahu, silahkan postkan di komentar.)