RINDU KAMI PADAMU YA RASUL, PENUHILAH SELURUH BILIK KERINDUAN KAMI DENGAN SYAFAAT CINTAMU RINDU RASULKU: Puisi Untukmu Kekasih
Tampilkan postingan dengan label Puisi Untukmu Kekasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Untukmu Kekasih. Tampilkan semua postingan

08 Juni 2009

Muhammad Namanya











Jika engkau ingin mencari kecerdasan pikir dan actionnya,
Jangan terlebih dahulu menemui Ir. Soekarno.
Jika engkau ingin melihat strategi pembangunan peradaban,
Jangan terlebih dahulu menemui Jenderal Soeharto.
Jika engkau ingin mencontoh kejeniusan intelektualitas,
Jangan terlebih dahulu menemui Prof. Habibi.
Jika engkau ingin menyaksikan toleransi beragama tingkat tinggi,
Jangan terlebih dahulu menemui Kyai Abdurrahman Wahid.
Jika engkau ingin meneladani kasih sayang dan lembutnya perangai,
Jangan terlebih dahulu menemui Ibu Megawati Soekarno Putri.
Jika engkau ingin merasakan ketegasan dalam balut kewibawaan,
Jangan terlebih dahulu menemui Susilo Bambang Yudhoyono.
Temui dahulu seorang putra Abdullah keturuan Quraisy,
Muhammad namanya,
Maka semua sifat yang engkau cari dari orang-orang diatas,
Yang notabene pernah menjadi orang nomor satu di Republik Indonesia,
Bisa kau temui dan teladani darinya saw,
bahkan sifat-sifat itu takkan tertandingi orang lain,
sebelum dan setelah beliau saw.


Kucipta puisi sederhana ini di kamar kost-ku untukmu Rasulku, dan aku bersumpah demi nyawaku yang ada di dalam genggaman-Nya, bahwa takkan pernah merugi orang yang mencintai dan meneladanimu sepenuh hati. (“Sungguh telah ada suri tauladan yang baik untuk kalian dalam diri Rasulullah, bagi siapa yang mengharapkan Allah, Hari Akhir dan banyak menyebut nama Allah” Al-Ahzab: 21).

Puisi ini adalah puisi juara II sayembara puisi nabi saw yang diadakan oleh rindurasulku.blogspot.com

Read More...

27 Mei 2009

SYUKUR


Ketika pagi membuka matanya hari itu, hamba terbangun dengan syukur
Lukisan siapa yang memberi napas membentang di ruang waktu
Mengikisi satu demi satu batasan usia yang makin memutih gerimis
Nabiku, hamba tak pernah berdiri khusu hingga kaki membengkak seperti Engkau
Padahal dalam setiap tarikan dan hembusan napas selalu ada dosa-dosa
Yang makin purba di awang-awang
Ketika malam menutup perjalanan hari itu, hamba terbaring dengan syukur
Telinga terus mengiang asmamu, Rasulku, meski hamba tak pernah bersua Engkau
Namun hamba terus medesahkan kebesaran dan kemuliaan Engkau
Pada semua penjuru angin yang menebarkan wewangian surgawi
Ketika subuh menggeliat hari itu, hamba beranjak dengan syukur
Karena hamba masih diberi kesempatan menyebutmu, Rasulku
Karunia teragung dan terindah bagi umat-umat yang akan menjadi ahli surga
Di negeri yang tak akan pernah berakhir dan selalu sebening embun


Karya Herry Trunajaya BS (Juara I Sayembara Puisi Nabi 2009)
Balikpapan, 17 April 2009

Read More...

28 April 2009

Karena Satu Nama











Keagungan rasa begitu dahsyat membuncah dan membahana dalam dada
Diiringi lantunan murotal yang teramat indah
Menghujamkan sketsa namamu dititik terdalam jiwaku
Hingga segumpal daging dalam dadaku berucap mantap
Kaulah karunia sang Maha Pencipta Cinta
Untuk menolong umat yang sekarat di dunia dan akhirat
Menolong lolong mereka yang ketakutan setengah mati ketika disidang dalam adil Mizan-nya
Serta menuntun kami meniti bentang panjang shiraatal Mustaqiim
Keagungan rasa begitu dahsyat membuncah dan membahana dalam dada
Karena satu nama
Muhammad putra Abdullah cucu Abdul Muthalib
Keturunan mulia dari bani Quraisy.

Purwokerto, 28 04 09 09 59.

Read More...

Berebut Kasih











Dalam…
Kehangatan rahim Aminah
Kun fa yakun, terciptalah raga nan perkasa Rasulullah
Putihnya air susu Halimah
Mengalirkan jiwa suci Nabiyullah
Kegigihan Khadijah
Membangun ghirah baja Khalifatullah
Kelembutan Aisyah
Merebakkan wangi kasturi Habibullah

Muhammad al-Musthafa,
Kisah Paduka di antara mereka
Dari hati yang tenang
Teruntuk jiwa yang menang

Ya Badraz Zaman,
Kau sinaran jiwa-jiwa yang haus kasih
Lunglai terasa perih
Ulu hati dalam lorong-lorong sunyi
Ingin segera berlari
Menjemput cawan kehangatan, lentera hati
Dalam dekapan terbelai
Sekeping hati
Titipan Ilahi

Ku mengemis kasih…
Berebut kekasih Sang Maha Kasih
Syafaat yang ‘kan kau beri
Shalawat dan salam terpatri
Bagi Baginda sejati.


By: Izzah Anwar at webersis.com
Purwokerto, 10 Maret 2009

Read More...

Rindu Tak Henti Mencari Tak Henti Menuju











adakah yang lebih luas dari selaut sabar dan segunung tegarmu, ya Rasul
yang tak tertandingkan
yang membuat ribu badai kalah dan takluk

adakah yang lebih madu dari lembut tutur kata dan santun bahasamu, ya Rasul
yang tak terpuisikan
yang membuat hati jatuh gemetar dan hanyut

adakah yang lebih cahaya dari senyum sederhana dan sahajamu, ya Rasul
yang tak terlukiskan
yang membuat teduh dan sejuk merongga dada

adakah yang lebih mulia dari luhur budi dan bijak akhlakmu, ya Rasul
yang tak terbantahkan
yang membuat tunduk dan hormat semesta alam pun segenap mahluk

adakah yang lebih dalam dari cinta pemimpin kepada umatnya, ya Rasul
yang tak terukurkan
yang sanggup membuat hujan tumpah demikian lebat demikian panjang di matamu sebelum pergi dulu

adakah yang lebih sembilu dari rindu umat kepada pemimpinnya, ya Rasul
yang tak terperikan
yang membuat waktu menunggu begitu siksa begitu ungu
ke dalam barismu, ya Rasul, ke dalam barismu!
rindu tak henti mencari tak henti menuju!

By: Indah IP at webersis.com
Purwokerto, 10 Maret 2009

Read More...

11 April 2009

Derasnya Rindu yang Terus Menghujaniku











Rabb… hamba lemahmu ini makin rapuh,
Tak kuasa menahan rasa,
Terpaku memendam rindu,
katakanlah pada Raqib,
Jangan pernah dia tulis rasaku ini sebagai kebaikan,
Karena bukan surga yang kuharapkan berbuah dari rasa ini,
Sampaikanlah pada Atid,
Jangan pernah dia simpan sakit ini sebagai kejahatan,
Karena bukan jahannam yang kutakuti dari sakitku ini,
Hanya sebuah pertemuan dengan beliau shalallahu alaihi wassalam yang kuinginkan,
Wahai seluruh penduduk langit,
Bantulah aku hingga lidah ini tak kering berucap shalawat,
Dibawah derasnya rindu yang terus menghujaniku.

Purwokerto, 31 07 07 20 48

Read More...

18 Maret 2009

… Dan Izinkan Aku Mengikutimu











Jika hidup ini melumur dosa,
takkah aku layak menuai pahala?

Jika waktuku telah terbuang hina,
masihkah bersisa yang aku punya?

Imanku tak sekuat miliknya,
Amalpun hampir aku tak punya,
diri ini…
dirinya…
terlalu beda.

Jika shalat ini tak cukup,
kapan tibanya aku bersamamu?

Jika kaji ini pun tak juga cukup,
kapan tibanya aku mendampingmu?

Terlalu beda…
Hidupmu terlalu sempurna, Rasulullah
hidupku, adalah dosa.

Tapi,
Jika tak kunjung lengkap iman, hidup, dan amalku,
Izinkan aku untuk selalu mengikutimu.



By: Haffez Hossen at webersis.com
Purwokerto 10 Maret 2009

Read More...

Kepada Rasul











pernah
tak kutemukan alasan ‘tuk mencinta
hatiku penuh curiga
kau punya banyak wanita aku tak suka

sayang
cinta tak mesti miliki alasan
hanya perlu dirasakan
pada suci
pada percaya
pada cahaya
pada indah

dan diriku yang berlari menjawab tanya
di dada
relung terdalam hati
mengapa kau suci

dalam perjalanan kucari makna
mengapa kau Mustafha kekasih pilihanNya?
pencarian memberiku tahu meski ilmu tak jauh

dalam termangu
menemu diri
aku yang naïf
kini merindu

tak mungkin kau kekasihnya
jika bukan kau juga sang pencinta
yang ikhlas
menerima
walau nestapa

yang rela memberi
asal umat selamat
menuju cahaya abadi.


By: Meiy at webersis.com
Purwokerto 10 Maret 2009.

Read More...

09 Maret 2009

Rasulullah











Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuri lembaran shirahmu
Pahit gerit perjuanganmu
Membawa cahaya kebenaran

Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umatmu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Jegalnya hatimu menempuh ranjaunya

Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya ahlakmu
Tidak terbalas segala jasamu
Sesungguhnya engkau rasul mulia

Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar arti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir namamu di dalam al-qur’an

Rasulullah kami umatmu
Walau tak pernah melihat wajahmu
Kami coba mengingatimu
Dan kami coba mengamal sunahmu

Kami sambung perjuanganmu
Walau kita tak pernah bersua
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan Rasul sebagai pembela

Purwokerto, 10 Maret 2009.
(Diadopsi dari lagu Raihan berjudul Rasulullah)

Read More...

Kurindukan Rasulku


Ku mencari tempat untuk berteduh
Jauh ku berlari dan kini kusadari
Kasih yang kurindu
Cinta yang selalu kunantikan
Suara yang kumau
Menuntun hidupku

Kusadari terlalu banyak kesalahan
Yang tlah kuperbuat
Dalam jalani hidup
Kurindukan rasulku
Kurindukan belai kasihmu
Kurindukan rasulku
Cahaya hidupku.


Puwokerto 10 Maret 2009
(Diadopsi dari lagu Tompi berjudul Kurindukan Rasulku)

Read More...

Rindu Rasul


Rindu kami padamu ya rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu ya rasul
Serasa dikau disini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya surga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja

Karya:
M. Samsudin Hardjakusuma
Purwokerto, 10 Maret 2009.

Read More...

Ya Rasul


Ya nabi allah
Ya rasulillah
Ya habibillah
Ya muhammad

Ya rasulullah muhammadku
Rindu kami padamu
Rindu cahaya wajahmu

Ya rasulullah pemimpinku
Smoga rahmat tercurah
Senantiasa padamu

Salam ya rasulullah
Salam ya habibillah
Salam ya muhammad

Ya nabi salam alaika
Ya rasul salam alaika
Ya habib salam alaika
Shalawatlullah alaika


Purwokerto, 10 Maret 2009
(Diadopsi dari lagu Opick Berjudul Ya Rasul)

Read More...

08 Maret 2009

Dera Cinta dan Belenggu Rindu











Dengan kiasan apa aku bisa melampiaskan kecintaanku padamu,
Padahal aku belum pernah sekalipun bertemu langsung denganmu,
Sementara mataku tersekat kesempatannya untuk bisa nyata menatap matamu,
Padahal aku belum pernah sekalipun mendengar sabda-sabda indah terucap langsung dari lisan sucimu,
Sementara gendang telingaku tertutup kesempatannya untuk bisa nyata mendengar merdu suaramu.

Dengan bahasa apa aku bisa meluapkan kerinduanku padamu,
Padahal jasad sucimu sudah beristirahat mendahuluiku berabad-abad yang lalu,
Sementara aku disini masih berkeliaran dikenikmatan dunia yang fana,
Padahal Rohmu sudah anggun bertahta disiratulmuntaha,
Sementara rohku disini masih terbelenggu dalam raga yang semakin pekat terbalut cinta.

Wahai Yang Kuasa mengendalikan setiap rasa,
Wahai Yang Kuasa menyemayamkan cinta didalam dada,
Jikalau pertemuanku dengannya hanya bisa terjadi setelah mata ini sempurna terpejam,
Jikalau kerinduanku dengannya hanya bisa terobati setelah jantung ini berhenti berdetak,
Jikalau kecintaaku dengannya hanya bisa terbalas setelah kematian datang menjemput.

Maka, pejamkanlah mataku sekarang juga,
Maka, hentikanlah detak jantungku sekarang juga,
Maka, utuslah Izroilmu untuk menjemputku sekarang juga,
Dan pertemukanlah daku untuk mengobati kerinduan pada cintaku,
Dan bawalah segera daku yang sudah tak bisa menahan dera cinta dan belenggu rindu.


(“Purwokerto, Senin 12 Rabiul Awal 1430 H / 9 Maret 2009, 00.30. Apakah disana, engkau mendengar jeritanku ini ya Sayyidi ya Rasulullah?”)

Read More...

Muqadimah (Sebuah Kado Ulang Tahun)

Dengan mengucapkan bismillahirrahmaanirrahiim,
Hari ini,
12 Rabiul Awal 1430 H / 9 Maret 2009,
Pukul 00.01 WIB,
Atas nama Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
Dengan segenap cinta yang menggelora,
Dengan segenap rindu yang menggebu,
Dengan segenap kasih yang terputih,

Disini,
Disebuah gubuk yang kecil nan sederhana,
Yang kuberi nama rindurasulku.blogspot.com,
“Disini, Kupahatkan Semua Kerinduan Teruntuk Baginda Rasulullah Muhammad SAW
Dan Kuhimpunkan Oase Pelepas Dahaga Kerinduan Bagi Para Pencintanya.”

Ya Sayyid,
Ya Rasul Allah,
Inilah aku datang menemuimu dihari kelahiranmu,
Dengan mempersembahkan hadiah sederhana,
Untuk mengobati kerinduan mereka yang senantiasa mencintamu,
Penuhilah separuh bilik hatiku dengan sedekahmu,
Rekamkanlah semua ini dalam relung hatimu,
Dan biarkanlah ia menjadi kesaksian,
Dihari yang kekal nanti.


(Purwokerto, Senin 12 Rabiul Awal 1430 H / 9 Maret 2009, 00.01. Selamat ulang tahun ya Rasulullah, untukmu semua ini tercipta).

Read More...